Selasa, 24 Januari 2012
APA SALAH KU ( sambungan)
Aku di buat seolah sapi perah yang setiap hari mendapat hajaran dari senior mulai dari pelajaran dalam kelas hingga belajar praktek lapangan dari pukul 06.00 hngga pukul 24.00 lalu lelap seketika dari ngantuk semangkin memanas akhirnya aku tertidur pulas tanpa memperdulikan kejadian sekelilingku akhirnya aku di siram dengan air dingin hingga membuat badan ku menggigil kedininan, Mata pelajaran mulai dari Eka Prasetia panca karsa hingga penalaran serta memberikan makna yang sangat sulit untuk dicerna lagi orang lain aja setengah modar menghadapi tingkah laku senior baik itu panitia ada pula orag yang berlagak menjadi senior hinga siapa yang terjebak pasti akan merasakan perlakuan tidak enak, kejadian suaktu malam ketika au patroli di daerah kawasan X datang seombngan orang yang berlagak sebagai senior mencoba mendekati k seraya bertanya 'anda mau kemana sapanya lembut aku malah membentak mau apakau siapa kau berani menghalangi jalan ku kok pakai tanya segala apa pangkat dan jabatan mu ha.. hinga suaktu hari aku lari dari lokasi mencari alternatif kemungkinan bisa kabur dari Kota penjahat . Kenapa kami katakan kota penjahat ya... memang kota jahat semua orang tertidur lelap sedangkan aku di suruh mengawasi mereka saudara tidak sanak pamili juga tidak malah kami di suruh mengawasi enak benar mereka rupanya jadwal telah habis dan kami disuruh hiburan sepuas hati di berbagai hotel berbintang mulai dari distcotet meja bill yard meja dadu, meja remi diskotek. aku malah pilih duduk di Bar tender sambil merokok ketemu pula dengan gadis Luar Negeri sebenarnya aku tidak moute dengan langkah gemlai bagai orang teler berat kudekati gadis itu malah dia tersenyum lebar membuat nafsuku maik hingga kekepala aku dekati lalu pura-pura jatuh kepaha yang mulus sambil berujar yang menurut ku dia tidak mengerti dia mala ketawa terbahak-bahak aku jadi malu akhirnya dia bopoh aku ke kamar no 202 Golden Love entah apa yang terjadi disana aku pun tidak sadarkan diri manum aku sempat bermimpi indah dengan nafas yang berdesah dalam asmara dia pun semankin gila yang berakhir dengan detangan lonceng pintu orang membersihkan kamar 202 itu aku larang kami ulangi lagi hingga hari ketiga baru terasa capai yang tidak menentu, kami masing masing mandi bersama sempat aku ulangi lagi kerjaan setan itu lalu pergi kemeja lobi, tanpa kami sadari Commandant bermuka masam menatapku toh aku santai saja menghadapi hari bos yang marah pekerjaan kami tinggalkan sudah tiga hari. Kami terpisah lagi karena tugas dan kewajiban masing-masing dia pergi ke Pulau Galang sedangkan aku masih di Tanjung Pinang. Bulan Desember 1988 aku baru bekerja di daerah pebatasan Singapore pace serta Radio yang dapat memantau di Gelombang 9876,56 Kh Hampir seluruh dunia mengikuti jejak lagahku hingga suaktu hari aku ingin melepas Kerinduan itu pergilah aku ke Pulau Galang menemui Gadis itu yang sebenarnya dia sendiri telah lama menunggu aku di pantai sanvur, kami lepaskan keriduan itu hingga tidak perduli kehadiran orang di pantai itu toh mereka juga melakkan hal yang sama. Kami melakukan sebulan penuh akhirnya dia di tarik kembali kenegaranya tinggalah aku dalam kerinduan panjang. Aku mulai liar bagaikan seri gala. Aku pergi keluar masuk Singapore tanpa ada surat resmi begajul sana sini, akhirnya ada sobat lama mengajak ku bergabung dalam Signal Radio
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar